Setting AMP Pada Theme Wpberita

Untuk beberapa theme idtheme, mengenai layout AMP ada beberapa theme yang sudah di sesuaikan layout nya, contoh nya pada newkarma dan bloggingpro, disini saya akan sedikit menjelaskan tutorial pengaturan AMP pada theme wpberita. Nah pada theme wpberita, tidak hanya single, tapi semua laman yang menggunakan url ?amp sudah mendukung nya. Berikut adalah langkahnya:

1. Silahkan install terlebih dahulu AMP plugin dari wordpress:

https://id.wordpress.org/plugins/amp/

2. Silahkan anda atur AMP nya menggunakan pengaturan Transitional lihat gambar dibawah:

  1. Pengaturan Template Mode, pilihlah selalu Transitional, berhubung menggunakan custom page template langsung di tema nya, jangan pilih yang lain, jika anda menggunakan standard, maka tampilan default adalah AMP meskipun di desktop akan tampil laman AMP. Jika anda menggunakan Reader maka cuma laman single saja yang bekerja, untuk laman lain tampilan AMP tidak akan sempurna.
  2. Advance Settings: Jangan redirect mobile visitor ke AMP, karena template bawaan sudah ringan. Nah untuk Supported Templates, disini anda bisa mengatur apakah laman AMP diaktifkan cuma di Posts, Pages atau media, pilih salah satu atau centang semua tidak ada masalah. Jika anda ingin ditampilkan cuma di laman post, maka cukup centang Posts saja.

Lanjut bacanya sampai bawah….

Secara default theme sudah support AMP, biasanya disini plugin yang anda install yang tidak support AMP, atau terjadi error AMP ketika anda mengginstal plugin tersebut. Nah AMP sendiri ada fitur yang namanya Suppressed Plugin, jadi plugin tersebut tidak akan menyematkan script apapun pada laman AMP anda. Silahkan lihat contoh gambar dibawah:

Nah seperti anda lihat diatas, jika ada plugin yang error atau tidak support amp, silahkan anda ganti Status dari Active Ke Suppressed.

Untuk meminimalkan beberapa tampilan, beberapa fitur seperti widget, komentar dan widget di hapus pada halaman amp nya. Tapi anda tidak perlu kuatir disini saya sematkan beberapa pengaturan untuk menampilkan iklan pada laman amp dan juga jika anda menggunakan page level ads, disini saya juga menyematkan pengaturan head script khusus laman amp. Berikut adalah pengaturan nya:

1. Silahkan anda masuk ke Customizer, setelah itu anda masuk ke menu AMP (New), nah disana anda bisa mengatur iklan yang akan muncul halaman amp anda. Silahkan lihat gambar berikut:

2. Untuk mempelajari iklan apa saja yang support dan format iklannya, silahkan anda kunjungi halaman berikut untuk mempelajarinya:

https://amp.dev/documentation/components/amp-ad/

Jika anda menggunakan adsense, silahkan anda pelajari format iklan adsense di:

https://github.com/ampproject/amphtml/blob/master/ads/google/adsense.md

Bagaimana cara saya mengetahui agar halaman AMP saya valid? Silahkan anda kunjungi link berikut untuk mengetahui validasi halaman AMP anda:

https://validator.ampproject.org

Beberapa Pertanyaan Mengenai AMP:

Q. Gan kok banyak plugin saya yang tidak bekerja di laman AMP nya?

A. Pastikan plugin yang anda gunakan support AMP, tanyakan ke pihak developer nya untuk mengetahui bahwa plugin tersebut bekerja di laman AMP.

Q. Gan kok javascript saya tidak bekerja di laman AMP?

A. AMP tidak support javascript ya bro, so buat kamu yang memasukkan javascript misalnya di postingan, bisa dipastikan tidak akan bekerja, jadi mending gak usah pake AMP kalau mau pakai JS. 🙂

Q. Gan, ane gak mau pakai AMP, gimana caranya buat nonaktifkan amp ya?

A. Wew, tidak nonaktifkan saja plugin amp nya, maka secara otomatis website anda tidak akan memiliki AMP. 😀

Q. Gan, kok AMP ane gak valid yah?

A. Secara default AMP pada theme ini valid sudah ane cek, atau silahkan anda cek sendiri dimari: https://validator.ampproject.org/#url=https%3A%2F%2Fdemo.idtheme.com%2Fwpberita%2F%3Famp so bisa dipastikan anda memasukkan script yang tidak didukung oleh plugin AMP atau plugin yang gunakan ada yang tidak mendukung AMP, what ever lah, tinggal cek yang tidak valid yang mana, jika tidak valid maka silahkan hapus plugin tersebut. 🙂

Q. Gan, kok di settingan AMP ada Error Index ya?

A. Biasanya dari plugin lain gan, caranya suppressed plugin, lihat tutorial diatas.

Pertanyaan2 lain nya menyusul. 🙂